Sedikitnya 1.100 pencari kerja mencari lowongan kerja di Uniplaza Job Exhibition 2004 yang digelar selama dua hari, 6-8 Agustus 2004, di Medan. Berdasarkan waktu pendaftaran yang ditutup 31 Juli, sedikitnya 4.000 pencari kerja telah mendaftarkan diri dalam bursa kerja itu.
Namun, tidak disebutkan jumlah lowongan kerja yang tersedia selama pameran. Pasalnya, meski ke-11 perusahaan tersebut mendeskripsikan jenis lowongan kerja yang tersedia, mereka tidak bersedia menerima langsung berkas lamaran kerja yang diajukan pengunjung.
Pendaftaran bertujuan untuk membatasi peserta yang mengikuti paket diskusi dan seminar mengenai karier yang diadakan secara gratis oleh panitia akibat keterbatasan daya tampung ruangan. Hal ini sebagai upaya mencegah menumpuknya peserta di ruang pamer.
Situasi ini juga tercermin dalam Indonesia Karir Expo 2004 di Gedung Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Sedikitnya 1.000 pencari kerja yang mencari lowongan di bursa kerja harus berdesak-desakan. Namun, setelah masuk ke arena bursa, banyak dari para pencari kerja yang kecewa karena perusahaan yang membuka lowongan hanya menerima lamaran kerja tanpa ada wawancara langsung.
Kali ini 60 perusahaan menyediakan 2.000 lowongan, padahal jumlah pengunjung diperkirakan 30.000 orang. Lowongan yang tersedia mulai untuk lulusan SLTA sampai sarjana (S1). Kebanyakan yang dibutuhkan adalah para pencari kerja yang sudah memiliki pengalaman.
Pertama kali
Bursa kerja yang diadakan Asian Agri Group bekerja sama dengan Pusat Jasa Ketenagakerjaan Universitas Sumatera Utara ini merupakan yang pertama kali digelar di luar Pulau Jawa. Bursa ini bertujuan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan.
"Kami sengaja membentuk kelompok kecil untuk pengunjung agar mereka bisa dengan santai mengenali perusahaan peserta pameran dan mendapatkan informasi lowongan kerja yang mereka inginkan. Jika tidak dibatasi, kami khawatir tidak terkontrol," kata Corporate Affairs Director Asian Agri Group Djoko Oetomo kepada Kompas di hari pertama bursa kerja di Medan.
Namun, para pengunjung kecewa karena tidak dapat mengajukan berkas lamaran mereka pada bursa kerja tersebut. Pasalnya, para peserta pameran baru merekrut tenaga kerja baru setelah pameran usai.
"Memang kami disuruh mengirim lamaran melalui e-mail atau pos ke alamat yang mereka berikan dan jika ada penerimaan baru dipanggil. Tetapi, sebenarnya saya berharap pameran ini sekaligus dengan proses penerimaan kerjanya sehingga hasilnya bisa tampak," kata Susi, sarjana teknik mesin Universitas Sumatera Utara.
Menurut Djoko, pihaknya berusaha menghindari terjadinya penumpukan pengunjung pada gerai pameran di ruang pamer.
"Ini juga untuk menghindari timbulnya keributan akibat desak- desakan para pengunjung selama pameran. Jadi, proses rekrutmen baru berlangsung setelah pameran ini selesai," katanya.
Manajer Sumber Daya Manusia PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) Bennidictus mengatakan, setiap tahun RAPP merekrut 100 sarjana yang baru lulus. Mereka dibagi dalam empat-lima angkatan untuk dididik setiap tahun menjadi karyawan yang andal.
Setelah membuka pameran Wali Kota Medan Abdillah mengatakan selama ini jumlah pengangguran terbuka yang ada di Kota Medan bertambah 5 persen atau 100.000 penganggur setiap tahunnya
source:compas.com
Saturday, February 2, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment