Kemelut yang terjadi di PT Telkom, perusahaan telekomunikasi terbesar di negeri ini, akhirnya terselesaikan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa pekan lalu. Sampai kolom ini ditulis, tak jelas apa yang menjadi kemelut di perusahaan raksasa tersebut.
Dari berbagai berita, disebutkan, terjadi perseteruan antardirektur maupun para komisaris perusahaan publik. Isu yang berkembang di lingkungan komunitas telekomunikasi, perseteruan yang muncul menjadi lebih bersifat sentimen di antara pribadi-pribadi ketimbang persoalan strategis telekomunikasi.
Konon, perseteruan meruncing di mana satu direktur hadir, lawannya tidak hadir, dan sebaliknya. Sebagai perusahaan publik, PT Telkom adalah sebuah usaha capital market yang keuntungannya ditentukan di bursa, baik di Jakarta maupun di New York.
Banyak orang berharap bahwa pergantian jajaran eksekutif di PT Telkom ini setidaknya mampu membawa perusahaan raksasa untuk skala Indonesia ini ke tingkatan yang lebih baik dan atraktif di tengah-tengah globalisasi sekarang ini.
Kita memperkirakan, dan juga mengharapkan, kehadiran profesional dari luar PT Telkom yang berpengalaman dalam bidang teknologi komunikasi informasi, disertai mereka yang mengerti mekanisme dan nuansa capital market, akan membawa Telkom menjadi sebuah global carrier yang bisa dibanggakan.
Tidak dimungkiri, banyak harapan yang diletakkan pada PT Telkom, terutama orang banyak yang mendambakan teleponi murah dan akses internet kecepatan tinggi yang terjangkau.
Kita memperkirakan, perubahan pekerja profesional pada Telkom setidaknya akan menghadirkan gebrakan serius menata ulang mekanisme telekomunikasi di Indonesia. Kita memperkirakan, gebrakan ini akan menghadirkan skema harga telekomunikasi suara dan data yang berbeda dengan kepemimpinan PT Telkom sebelumnya.
Memang, dampak yang ditimbulkan adalah bergugurannya pengusaha penyedia jaringan akses internet (ISP) dan hanya ISP premium saja yang akan bertahan di tengah murahnya tarif telekomunikasi yang disediakan PT Telkom. Tapi, itu hanya harapan sehingga para ISP pun boleh bernapas lega karena tampaknya skema baru telekomunikasi itu tidak akan terjadi.
Bagi PT Telkom, masih banyak hal harus dibenahi, termasuk penyediaan port DSLAM yang tadinya dikira sangat murah, ternyata dipecundangi vendor yang menawarkan harga di bawah 10 dollar AS. Namun, kita masih berharap PT Telkom mampu untuk menjadi global carrier karena perusahaan ini adalah milik kita satu-satunya.
source:kompas.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment