Bursa lowongan kerja yang berlangsung di GOR Senin (27/9) Bekasi kisruh. Selain antrean pemburu kerja tak tertib, panitia juga dianggap tidak profesional.
Bursa lowongan kerja (BLK) seharusnya digelar 22-25 September. Karena pengurusan izin belum beres, BLK diundur menjadi 27-28 September, bertempat di Gelanggang Olah Raga (GOR) Bekasi. Hari pertama BLK dijubeli 3.000-an pencari kerja, dua di antaranya pingsan karena tak tahan berdesak-desakan.
Mereka mengeluhkan cara kerja PT Ghanto Ayuditama (Ghatama) sebagai penyelenggara yang dinilai tidak profesional. Panitia dianggap cuma mau mengambil keuntungan tanpa mempedulikan keselamatan nasib pencari kerja yang datang. Padahal, pencari kerja diwajibkan membayar Rp 15.000 untuk membeli formulir.
Mereka sudah menunggu masuk GOR sejak pukul 08.00. Mereka terbagi dalam dua kelompok. Di arena luar GOR, mereka sibuk menulis surat lamaran, ada juga yang melihat informasi selebaran lowongan kerja yang ditempelkan di sepanjang tembok GOR.
Tapi sebagian besar berjubel di depan pintu masuk GOR, dengan membawa amplop lamaran warna coklat. Ketika massa mulai tak sabar dan saling dorong, panitia berteriak-teriak untuk menenangkan pengunjung bursa. "Perhatian-perhatian, sabar, sabar.
Semua pasti bisa masuk. Jangan berdesak-desakan Yang tertib," teriak seorang panitia dengan pengeras suara.
Sebanyak 10 panitia berseragam batik bertahan di depan pintu untuk mengatur mereka. Polisi Unit Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Polrestro Bekasi pun berjaga-jaga di pinggiran barisan pencari kerja itu. Imbauan panitia tidak diindahkan.
Pencari kerja terus merangsek ke pintu masuk. Mereka berupaya segera menaruh surat lamaran karena hari semakin siang.
Dorong-dorongan pun terjadi sampai akhirnya barisan pencari kerja itu menabrak kaca pintu depan sampai pecah.
Setelah terjadi insiden itu panitia dibantu polisi membagi dua barisan masuk yakni barisan untuk perempuan dan barisan untuk lelaki. Setelah itu, gelombang pertama 100 orang masuk ke gedung untuk berburu pekerjaan di stand-stand. Karena pengunjung semakin ramai, panitia terpaksa membuka pintu belakang. Para pencari kerja langsung berhamburan ke pintu belakang dan menunggu giliran masuk.
Mereka diberi waktu 30 menit untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. Panitia menyediakan 41 stand atau perusahaan semisal Kemala Global Internasional, PT Matahari Graha Fantasi, PT Energi, PT Astra Isuzu, PT Astra Grapha, PT Indofarma, PT Bekasi Metal Inti Megah.
"Kalau bursa lowongan kerja diadakan di gedung sih terlalu sempit. Kenapa panitia tidak menggelar acaranya di lapangan bola saja. Kalau begini sih lebih baik mengirim lamaran lewat kantor pos saja," ujar Hesti, warga Rawa Lumbu, Bekasi.
Perempuan lulusan SMA jurusan ini datang ke GOR bersama dua temannya. Tapi mereka tidak leluasa mencari jenis pekerjaan yang diidamkan karena waktu terlalu pendek. "Katanya dikasih waktu setengah jam tapi setelah di gedung cuma dikasih 10 menit.
Jadi kami tergesa-gesa sekali. Kami kan ingin melihat dulu mana kira-kira lowongan pekerjaan. Sudah begitu, lowongan kerja yang ada kebanyakan sales dan marketing. Selain itu ada juga stand yang hanya menampung surat lamaran, lalu mereka malah
menjual tabloid lowongan kerja. Kalau caranya seperti itu kan kami jadi resah," ujar Dody Safriadi (22), lulusan Akademi Bina Insani yang tinggal di Bogor.
Perburuan lowongan kerja tak beda dengan perburuan lewat media massa, sebenarnya. Sebab di dalam gedung, mereka hanya menaruh surat lamaran tanpa ada wawancara seperti diutarakan dua pencari kerja, Hesti dan Dody. Hesti dan Dody hanya bisa pasrah apakah surat lamarannya dijawab atau tidak. Yang lebih membingungkan adalah 42 perusahaan yang terlibat tidak merinci jenis pekerjaan yang dibutuhkan.
"Saya menaruh surat lamaran kerja sampai sembilan buah lamaran. Saya nggak tahu dari sembilan surat lamaran itu ada yang diterima atau tidak? Sekarang banyak berdoa saja," ujar Dody.
Menanggapi banyaknya kekurangan dalam acara bursa lowongan kerja itu, pimpinan Presdir PT Ghanto Ayuditama, Yudi, mengatakan sebenarnya panitia sudah bekerja maksimal. Panitia mendatangkan 60 polisi..
"Target kami menggelar acara bursa lowongan kerja ini untuk membantu pemerintah menanggulangi pengangguran di Bekasi.
kompas.com
Saturday, February 2, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment